
Tujuh tahun merantau ke Singapura, Fatimah sukses mengibarkan bendera Az Zahra sebagai label busana muslimah papan atas. Namun, gemerlap Orchard Road runtuh seketika saat sahabat sekaligus rivalnya, Ang Lee, melayangkan somasi: Fatimah dituduh mencuri motif rancangannya. Dikhianati rekan bisnis dan diburu media, Fatimah memilih pulang ke Pulau Bawean demi mencari sisa ketenangan dan jejak masa lalunya.
Di saat bersamaan, Zainal Abidin—cinta masa kecil Fatimah yang seumur hidup menolak merantau—justru mendengar kabar fitnah tersebut. Tak rela gadis pujaannya diinjak-injak, Zainal bersama rombongan pemuda Bawean nekat menyeberang Laut Jawa lalu terbang ke Singapura bermodal paspor dadakan, tekad baja, dan logat Boyan yang kental.Terjadilah pertukaran takdir: Fatimah pulang ke kampung yang ia tinggalkan, sementara Zainal tersesat di rimba beton Singapura demi sebuah misi gila: membuktikan di panggung peragaan busana bergengsi bahwa mahakarya yang disengketakan itu bukan milik Ang Lee, melainkan darah dan doa dari Pulau Bawean.Apakah Zainal berhasil menyelamatkan sang kekasih dan wajah Bawean di panggung internasional?
